setiap komisariat pasti akan mengalami pasang surut, namun sebuah pertanyaan besar bagi komisariat yang mempunyai kapasitas besar dalam hal jumlah kader akan tetapi tidak mampu mengoptimalkan kegiatannya guna mendobrak kepakuman. memang petut untuk disayangkan buat KOMISARIAT TARBIYAH yang notabenenya merupakan komisariat panutan di lingkungan Cabang Samarinda pada dekade yang cukup panjang masa sejara kejayaannya yang merupakan Komisariat percontohan di lingkungan HMI cabang Samarinda. namun pada kenyataannya para penerus yang diharapkan dapat mengangkat kembali sejarah kejayaan tersebut belum menunjukkan perpormen yang meyakinkan.
dari jumlah kader yang terdaftar sebangai anggota di HMI Komisariat Tarbiyah pada kepengurusan saat ini jauh mengungguli jumlah anggota pada kepengurusan sebelumnya yang diketuai oleh Kanda Dzikri Zulkarnaen. seharusnya dengan jumlah kader yang banyak, kita (kepengurusan saat ini) miliki harus dapat berbuat yang terbaik bagi kelangsungan Komisariat dari pada kepengurusan sebelumnya. masik segar dalam memori ingatan saya ketika dilangsungkannya RAK (rapat anggota komisariat) ke-18 yang mengangkat Kanda M.Muflihin sebangai Ketua Komisariat yang baru, terbesiklah dalam hati saya sebuah keyakinan bahwa saatnyalah HMI Komisariat Tarbiyah mengembalikan sejarah kejayaannya. dengan kematangan dan kinerja serta wawasan yang dimiliki oleh Kanda M. Muflihin sangat seyogyanyalah ketika saya kemudian mengundurkan diri sebagai calon ketua pada saat pemilihan dengan harapan bahwa beliaulah yang lebih pantas menduduki jabatan tertinggi di Komisariat Tarbiyah namun, dengan berjalannya kepengurusan saat ini yang telah kurang lebih 4 bulan tanpa mengurangi rasa hormat saya buat biliau harapan itu mulai memudar, akan tetapi bukan berarti sebuah keputus asaan karnah masih banyak harapan yang lainnya yang dimiliki beliau guna memajukan komisariat.
wajah-wajah lama yang masuk dalam struktur kepengurusan tahun ini yang merupakan senior saya di HMI Komisariat Tarbiyah dengan wawasan serta pengalaman berorganisasi yang matang seharusnya mampu menunjukkan bagi Adek-adenya (junior} bahwa mereka memang pantas untuk masuk kedalam struktur kepengurusan dan layak di ajungkan jempol sebangai senior. akan tetapi realitasnya mereka masik sering lalai dari program kerja yang telah diamanatkan bagi mereka maka selogan PANTANG MENOLAK TUGAS PANTANG TUGAS TAK TERSELESAIKAN DENGAN BAIK DAN MAKSIMAL kini berganti dengan selogan baru yang mereka usung yaitu: PANTANG MENOLAK JABATAN PANTANG TUGAS DAN KEWAJIBAN TERSELESAIKAN DENGAN BAIK DAN MAKSIMAL.
ketika harapan yang satu memudar akan muncul harapan yang baru dan harapan tersebut patut diberikan buat Yunda Piaty Utamy selaku KABID Keperempuanan sekaligus Ketua Kohati (korps HMI wati) pada tahun ini yang dengan iklas menjalankan program kerjanya dengan baik dan maksimal bukan sekedar menggugurkan kewajiban akan tetapi bagaimana agar para kedernya dapat hadir pada setiap kegiatan walaupun harus beralih propesi sebagai tukang ojek yang mengantar jemput aggotanya he he he. kata sibuk mengerjakan skripsi buat beliau bukanlah sebuah halangan dan alasan guna menunda program kerja yang telah diamanatkan buat beliau, mudah-mudahan dengan kinerja yang dimiliki serta pengalaman organisasi yang cemerlang dapat mendatangkan pekerjaan ketika sudah purna di HMI dan tetap sabar menanti jodoh jangan terpengaruh oleh sebahagian teman-teman di HMI khususnya Komisariat Tarbiyah yang dengan terang-terangan menghalalkan kasus pacaran tanpa ikatan pernikahan, ingat PACARAN dengan anak HMI tidak dibolehkan oleh ketua BPL (badan pengelola latihan) Kanda Dzikri Zulkarnaen yang boleh ialah MENIKAH dengan anak HMI.
dengan melihat antusias dan semangat para kader-kader kita yang baru pada setiap kegiatan kiranya perlu untuk terus dibina melalui kegiatan yang telah diamanatkan bagi KABID (ketua bidang) masing-masing namun, terkadang para KABID ini langsung mengiginkan sebuah kegiatan yang sifatnya proyeksi sedangkan hal-hal terkecil semisal program kerja pada setiap bidang tidak berjalan apa lagi mau mengurusi hal-hal yang besar. kiranya perlu untuk dicatat bahwa didalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kita sebangai pengurus harus dengan propesional dalam arti apalah gunanya kita diamanatkan sebuah jabatan kalau orang lain yang harus menjalankan program kerja yang telah diamanatkan buat Bidang masing-masing dan ini merupakan etika dalam berorganisasi guna melihat kinerja pada masing-masing Bidang.
wahai kanda-kanda dan yunda-yunda tunjukkanlah kinerja kalian selaku panutan buat Adek-adek yang haus akan binaan dari kalian. bukankah janji kalianlah yang membuat mereka masuk kedalam Himpunan, bukankah mereka dulu kalian janji bahwa dengan berorganisasi mereka akan mendapatkan wawasan dan keterampilan guna dijadikan sebagai modal dan lupakah kalian pada harapan-harapan yang telah mereka utarakan ketika mereka dulu mengungkapkan alasannya untuk masuk kedalam organisasi, tegahkah kalian membiarkan mereka terlantar diluar sana dengan mengabaikan tugas dan tanggung jawabmu untuk membimbing mereka dengan ke-ilmuan dan ke-terampilan padahal mereka telah mengorbankan waktunya guna mengikuti kegiatan Basic Training sebangai persyaratan masuk organisasi dan dengan rasa sabar mengikuti ketentuan-ketentuan yang berlaku selama kegiatan tersebut makan kurang tidurpun dikurangi. tidakkah kalian pikirkan untuk apa mereka lakukan hal tersebut? lalu siapa yang akan kalian salahkan kalau para kader kemudian berbelok arah menjau dari organisasi? lalu kata seleksi alam lah yang kemudian kalian jadikan alasan, tanpa mau bertanya kedalam diri masing-masing bahwa APA YANG TELAH SAYA BERIKAN BUAT MEREKA?.
By: Sukri Solihin Dawaru
departemen data pustaka
0 komentar:
Posting Komentar