
Aku bangai senja yang bersinar jingga, yang takut menyongsong malam.
Hatiku menyimpan keinginan yang terpendam, agar sang matahari mau menerangi kesepianku.
Akan tetapi, aku tidak berani beradu pandang dan rasa takut yang menyinggapi kalau-kalau ia tidak mengubrisku.
Karena itulah aku mengurungkan niat untuk tidak mengharapkan keramahannya, tapi yang kuharapkan saat ini adalah kemurahan takdir.
Aku mencoba menghibur hati yang sepi dengan nyanyian alam yang membawa pesan cinta melalui surah at-taubah.
Cinta adalah rahmat Allah yang tidak boleh disia-siakan, sebuah bisikan kecil yang begitu lembut menjamah perasaanku, kemudian menjadi kudus serta agung.
Namun aku takut jatuh cinta, tetapi para hukama menghardikku: orang yang takut jatuh cinta berarti sudah jatuh cinta.
Ah … betapapun aku mencintainya aku harus menjauhinya layaknya senja yang ditelan malam
Dunia akan bercahaya kembali esok hari dengan terbitnya matahari dan itulah awal yang bengitu indah untuk menikmati apa arti cinta?.
Bagiku cinta adalah hati, bukan jasmani, Ia adalah matahari yang selalu bersinar di hati.
By: SUKRI,S.Hmi
0 komentar:
Posting Komentar