rss

Kamis, 18 Juni 2009


Tak terasa kepengusuran HMI Cabang Samarinda pada priode 2008-2009 akan berakhir, maka wacana tentang calon ketua cabang yang baru kian marak diperbincangkan sebangai wacana politik yang paling sering diperbincangkan mulai dari tingkatan Cabang, Korkom dan komisariat. Memang sangat menarik untuk dikaji bersama mengenai siapa yang layak untuk menduduki kursi kepemimpinan ditambuk HMI Cabang Samarinda yang akan datang sebab Cabang merupakan pusat sentral bagi kemajuan serta kelangsungan Komisariat-komisariat yang berada pada payung kekuasaan dilingkungannya, dalam hal pengambilan kebijakan-kebijakan dan langkah-langkah guna mengoptimalkan kegiatan-kegitan yang ada baik secara Internal (program kerja) maupun Externalnya (wacana kontemporel) sebagai bukti eksitensi HMI yang akan datang.

Sebuah tradisi tahunan buat Anak-anak HMI ketika menjelang pemilihan Ketua tingkatan Cabang maka, lobi-lobi politik dari para kandidak kian marak menjamur baik secara perorangan maupun kelompok atau timsuksesnya masing-masing secara terang-terangan. Namun ada pula para kandidak yang masih bersembunyi dalam cangkang alias malu-malu tapi mau, dan biasanya kandidat semacam ini menggunakan metode PANWASLU (pantau analisa waspada lalu usulkan) dan biasanya lagi mereka kurang dipertimbangkan tapi, dari sisuasi itulah yang dijadikan perahu guna memunculkan diri melalui pendekatan pribadi.

Guna menunjukkan performen dalam hal mengasa kemampuan berpolitik para Kader HMI maka waktu semacam ini lah yang merupakan ajang pembuktian diri siapa yang paling hebat dalam hal perpolitikan dan ketika pemilihan nantinya berakhir, tak urung akan memunculkan selogan bahwa dialah yang mengantarkan kandidat sampai pada kursi Ketua Umum. Namun bagi saya pribadi yang namanya politik tetaplah sebuah politik ia tidak dapat mengubah wujut tapi ia cuman bisa mengubah bentuk dalam artian siapapun yang nantinya terpilih jadi Ketua Cabang pada priode yang akan datang yang terpenting bagaimana Ia dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Ketua Umum. Akan tetapi perlu kita catat bersama bahwa sebagai Mahasiswa kita tidak boleh secara gablang menentukan pilihan tanpa didasari analisis secara benar dan akurat.

Untuk itulah sekeder mengingatkan pada Kawan-kawan semua guna berhati-hati dalam menentukan pilihannya sebab tenaga,waktu dan pikiran yang anda keluarka pada KOMPERCAB nanti tidaklah sedikit. bayangkan berhari-hari anda akan duduk dalam Forum tersebut, rasa kantukpun anda tahan dan bahkan kewajiban kuliapun kalian abaikan untuk sementara waktu dan harga yang pantas untuk membayar pegorbanan tersebut ialah
agar terpilihnya Ketua Umum yang benar-banar layak untuk dipilih agar tidak mengecewakan Kawan-kawan sekalian.

Maka dari itu untuk memilih Ketua Umum pada priode ini kita terlebih dulu meliat calon dari kandidat tersebut sudah layakkah dia dijadikan sebagai pemimpin, dan untuk meliat kelayakan tentu harus dilihat dari berbagai sisi diantaranya kepribadia,wawasan,menejemen dan kematangan organisasinya. Kepribadian sangat perlu untuk dipertimbangkan sebab seorang pemimpin merupakan contoh panutan bagi anggatanya dan tentunya kepribadian tersebut mencakup tingkah laku dan perbuatan dalam kesehariannya, kemudian bagaimana dengan kapasitas wawasan yang dimilikinya sudah cukup mampukah Dia menjuantakkan pemikirannya dalam membuat suatu pisi dan misi keorganisasian yang kedepannya akan dijalankan termasuk juga cara dia menganalisa dampak-dampak atau kemungkinan\kemungkinan yang akan terjadi nantinya bila dia terpilih sebangai Ketua baik persoalan Iternal maupan External organisasi? sebab dalam memimpin sebuah Organisasi kepeintaran bukanlah sebuah tolak ukur yang mutlak tapi yang dibutuhkan adalah seorang pemimpin yang cerdas pikiran dan emosionalnya terus bagai mana pula cara dia menyelesaikan sebuah komplik secara adil dan bijaksa termasuk dalam hal ini sebuah ketegasan.

Dan hal yang tidak bisa diremehkan dari seorang pemimpin adalah menejemen, bagaimana dia dapat menggerakkan semua angga\bawahannya agar dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara maksimal ingat seorang pemimpin diibaratkan laksana nahkoda kapal dialah yang menentukan arah tuan organisasi. Maka kita tidak boleh menutup mata untuk menegok kipra kepengurusannya selama dalam berorganisasi termasuk masalah pelaksanaan program kerja yang pernah diembankan padanya baik pada saat duduk di Komisariat, Korkom dan Cabang. Dan yang terakhir adalah masalah kematangan berorganisasi yang bisa dilihat melalui jenjeng struktur Organisasi hal ini cukup penting dalam kehati-hatian dan juga menyangkut mental pribadi seorang pemimpin maka, secara struktural regenerasi kepengurusan pada Tahun inilah yang lebih layak untuk dipilih. Sekali lagi saya ingatkan berhati-hatilah dalam menentukan sikap pada kandidat Ketua Umum priode yang akan datang yaitu priode 2009-2010, jangan gamblang menentukan sikap hanya karena kita punya kedekatan dengan kandidat dan jangan pula memilih hanya karena dia seorang Senior dari Komisariat anda berada.

By: Sukri,S.Hmi

0 komentar:

 
"Jadikan Waktu Kita Untuk Berkarya dan Bermanfaat..Green Black Community"

Baksos

Baksos
Penyerahan Baju layak pakai Oleh pengurus Korban Kebakaran Belibis Oktober 2009

Life Manajemen Training

Life Manajemen Training
LMT...Bersama BNK Kota Samarinda 27- 29 Oktober 2009

Memories 2007

Pengurus 2008

Pengurus 2008