Ketika kita mencoba untuk memaksakan diri pada satu titik yang mana ternyata hasilnya tidak sesuai dengan apa yang kita cita-citakan maka runtuhlah semangat yang pada awalnya begitu mengebu-gebu. Seringkali saya menasihati kawan-kawan saya yang sekiranya ketika sedang memiliki sebuah ide dan dengan one hundred percent semangat yang berapi-api untuk segera melaksanakan ide tersebut, namun mereka lupa apakah benar waktu itulah yang tepat untuk melakukannya. Dalam membuat sebuah perencanaan, kita harus memperhatikan strategi dan taktik yang mantap sehingga tidak menjadi nafsu belaka. Kadang kawan-kawan dengan gampangnya untuk jatuh ketika mendapati hambatan yang menghadang. Ketidaksiapan diri atau the management of life yang tidak terkelola dengan rapi. Dalam sebuah kegiatan, selalu ada 2 peluang; pertama, peluang untuk berhasil dan peluang untuk gagal. Maka, jangan kaget ketika ketika hasil yang didapat tidak sesuai dengan impian kita karena semua itu kembali lagi pada manajemen diri kita.
Sedikit membagi pengalaman, saya pernah berada di titik yang paling lemah ketika saya tidak mendapati hasil maksimal dari semua jerih payah yang sudah saya lakukan. Rasa muak dan gagal selalu menghantui. Dalam batin saya selalu bertanya, sungguh tidak adilnya Tuhan ketika saya sudah begitu banyak berkorban namun inikah jawabannya. Lagi-lagi saya mencari the Black Sheep (baca: kambing hitam) dari kegagalan saya. Padahal saya punya segala yang dibutuhkan. Akhrinya, saya coba untuk mengevaluasi dan mulai membuka kembali buku-buku motivasi yang pernah saya beli. Awalnya, buku-buku motivasi yang saya beli hanyalah menambah khasanah perpustakaan pribadi saja dan merupakan hal yang keren dilihat ketika saya memiliki buku-buku seperti itu, namun hadirnya buku-buku itu tidaklah menambah khasanah berpikir saya. Kadang saya juga berpikir I am little bit “kemaruk” kalau sampai hal itu terus terjadi pada diri saya. Hari demi hari dilewati, memang sangat sulit untuk dapat bangkit dan berdamai dengan diri sendiri. Namun, pada akhirnya saya coba untuk merubah mindset bahwa seharusnya saya bersyukur dengan kejadian ini artinya Tuhan masih mencintai saya dan masih diperhatikan olehNya. Saya boleh bersedih jika tidak pernah diuji oleh Sang Pencipta. Merubah mindset itulah yang pertama kalinya saya lakukan dan itulah awal dari sebuah perubahan.
Semua yang kita impikan dapat menjadi kenyataan kala kita sudah memberikan yang terbaik dari kita dan tentunya with God’s Hands. Layaknya bunga sakura yang bermekaran akan indah dipandang ketika ia tumbuh di musim semi, ingatlah semua itu akan indah bila tepat pada waktunya.
Satu hal yang selalu saya katakan ketika saya bertemu dengan klien yang ingin sekali bisa berbahasa Inggris dengan cepat, DARE TO FAIL! You will not get the Right if you never make a mistake. Sama pula ketika saya bertemu dengan kawan-kawan yang ingin membuat sebuah kegiatan, Map your plan, know your target dan do your best, not only do the best...OKAY!
0 komentar:
Posting Komentar