
Dalam kebingungan
Kurenungkan sebuah jawaban untuk satu keputusan.
Dalam kegundaan Aku harus memilih
Gejolak bertarung dalam batinku
Apa yang harus Aku pilih?
Ketegaran yang memaksa bahwa Aku harus memilih!.
Sungguh hati ingin menggapainya
Tapi dunia tak merestuinya
Ada rasa untuk ingin meraihnya
Akan tetapi sikon tak mengindahkannya.
Haruskah kuikuti kata hati
Atau langkahku terpaku karena dunia menghalangi
Atau harus Aku buktikan pada dunia bahwa, Aku bisa menentangnya!
Kenyataan kini Aku terkurung dalam dilema.
Dilema, kini Aku berdiri disudut cabang
Menghadap persimpangan
Yang menuntunku memilih satu jalan.
Dilema buah simalakama
Aku ingin memilih keduanya
Namun kenyataan Aku harus memilih salah satunya.
Yah… Aku harus tetap memilih
Tapi aku harus kehilangan apa yang tidak Aku pilih
Lantas apa pula yang harus kukorbankan?.
Dilema, mengapa kau jerat hatiku dalam jaring kebimbangan
Antara memilih atau kehilangan.
Pilihan, mengapa engkau topangkan beban dipundakku
Sebuah pilihan sekaligus juga pengorbanan
Dilema maafkanlah, Aku harus mengambil keputusan
Keputusan yang memang berat dan menyayat batin.
Aku sedih, tapi takkan Aku menangis
Biarlah kini jasadmu jauh dariku
Tapi lapangkanlah hatimu turut bersamaku
Maafkanlah Aku yang telah mengorbankanmu diatas pilihanku
Karena Aku harus tegar dalam buah dilema demi merai buah Delima (kesuksesan).
By : Sukri, S. Hmi
0 komentar:
Posting Komentar