rss

Selasa, 02 Desember 2008

Kebebasan Manusia Yang Mana ...?

Pada awalnya manusia menyatu dengan alam. Penyatuan itu secara simbolik di gambarkan dalam bentuk hubungan plasenta yang menempel di pusar bayi. Alam yang dimaksud adalah rahim sang ibu. Ketika bayi lahir maka pemotongan tali pusar dianggap sebagai sebuah peristiwa simbolik pemisahan eksistensial sang bayi dengan alam, bahwa bayi sudah menjadi individu baru dan secara hakiki membawa kebebasan sejati dalam keberadaannya. ERICH FROMM (Tokoh Psycho Analisa)

Yang menarik dari pernyataan fromm adalah bahwa untuk “menjadi” (becoming), manusia harus dipahami sebagai makhluk yang secara hakiki terlahir dalam kebebasan yang sempurna. Kebebasan itu menjadi ciri kemanusiaan kita dan akan menyebabkan alienasi (keterasingan dari pengalaman kemanusiaan) apabila manusia tidak menjalani hidupnya dengan ekspresi kebebasan tersebut. Hal ini mengandaikan bahwa hidup sebebas bebasnya pada dasarnya sama dengan menggunakan hak kesejatiannya sebagai manusia. Dengan kebebasan sejati yang dimiliki manusia lahirlah tanggung jawab dalam dirinya. Semua kebebasan harus dipertanggungjawabkan sepenuhnnya. Faktor tanggungjawab ini kemudian menjadi dasar bahwa semua manusia adalah pemimpin bagi dirinya sendiri. Manusia memiliki otak untuk berfikir dan hati untuk merasakan. Dua hal yang menjadi energi tindakan manusia tersebut akan menentukan bagaimana manusia memimpin dirinya dalam kehidupan untuk kemudian mampu mempertanggungjawabkan atas tindakannya tersebut.

Namun sungguhpun memiliki kebebasan sejati, kebebasan manusia juga dibatasi oleh kebebasan manusia lainnya. Jika setiap orang kemudian mendasari tindakannya dengan kebebasan yang sempurna, akan terjadi kekacauan besar di karenakan setiap orang memiliki keinginan dan kebutuhan yang berbeda satu sama lain. Untuk bertahan hidup ternyata manusia harus mengurangi kebebasan sempurnanya karena hanya dengan cara begitu harmoni sosial bisa diciptakan. Mengurangi kebebasan sempurna bukanlah kelemahan karena ada aspek kepentingan bersama yang menjadi gantinya. Dalam konteks ini kemudian dibutuhkan sebuah kesepakatan-kesepakatan atau konsensus yang dasar utamanya adalah mengurangi sedemikian rupa kebebasan sejatinya dan menggantikannya dengan situasi untuk “kepentingan umum”.
Munculnya konsensus-konsensus tersebut sebagai bentuk dari berkehidupan sebagai makhluk sosial dan berbudaya. Perlunya mengedepankan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi sebagai bentuk keserasian dalam mencapai harmoni sosial manusia. Tanpa adanya sebuah tindakan tersebut, sangat mustahil bahwa akan tercapainya masyarakat adil dan makmur. Harmoni sosial masyarakat akan tercipta dengan serasi apabila manusia itu mampu dan paham akan segala konsensus serta bersedia dalam melaksanakannya. tentunya hal tersebut akan berimplikasi pada terciptanya masyarakat adil dan makmur yang diridhai oleh Allah swt.
Dalam konteks zaman sekarang yang penuh dengan tantangan dan persaingan yang mendorong manusia satu dengan lainnya untuk berbuat dan berkembang. sudah menjadi fitrah manusia, bahwa akan menonjolkan dirinya maupun hal lainnya yang bersifat negatif maupun positif. Hal ini bahwa mengingat bahwa memang manusia itu diberikan anugerah oleh Allah sebagai makhluk yang lebih sempurna dari lainnya, yaitu hak hakiki kebebasannya yang ada dalam dirinya. namun hal tersebut tergantung apakah manusia itu mampu untuk mempertanggung jawabkannya dihadapannya kelak. mengingat bahwa setiap amal perbuatannya (Apapun bentuknya) mengandung konsekuensi-konsekuensi yang akan diterima. itulah konsekuensi kita sebagai makhluk-Nya.

Tetapi perlu kita ingat bahwa Allah tidak hanya serta merta menelantarkannya, Allah swt telah memberikan aturan yang sempurna, dengan Rasulullah yang menjadi utusannya. segala bentuk perbuatan. segala bentuk aturan tertuang didalam kitab maupun lainnya yang tersirat. tergantung apakah manusia itu sendiri bersedia untuk menapakinya atau tidak. Sukron......
By ; D. Zulkarnain 06 Juli 2008

0 komentar:

 
"Jadikan Waktu Kita Untuk Berkarya dan Bermanfaat..Green Black Community"

Baksos

Baksos
Penyerahan Baju layak pakai Oleh pengurus Korban Kebakaran Belibis Oktober 2009

Life Manajemen Training

Life Manajemen Training
LMT...Bersama BNK Kota Samarinda 27- 29 Oktober 2009

Memories 2007

Pengurus 2008

Pengurus 2008