Istilah di atas barangkali masih asing di telinga kita. Namun, sesungguhnya ia adalah sesuatu yang akrab dengan kehidupan kita. Begini contohnya, saat anda sedang asyik nonton Opera Van Java, saat para komedian sedang seru dengan banyolannya yang khas, tiba-tiba listrik di rumah anda mati, preett!! Tentu saja anda akan kesal karena harus kehilangan kesempatan menikmati lucunya para komedian itu. Ya, saat itu mata anda sulit pindah dari apa yang sedang anda saksikan. Itulah eye catching, obyek pandangan yang bikin mata pingin lihat terus dan enggan bergeser darinya karena tidak membosankan.
Sekarang bagaimana jika obyeknya adalah seorang manusia? Laki-laki atau perempuan yang membuat mata tak ingin berpaling darinya? Bahkan sampai tercipta sebuah lagu yang berjudul ”Wajahmu Mengalihkan Duniaku’. Bagaimana menyikapinya? Bukankah Allah itu indah dan cinta keindahan?
Betul, tetapi hal tersebut sering disalahtafsirkan. Sebagian orang menyangkutpautkan keindahan itu dari sudut pandang hawa nafsu tok. Ketika Ketika di hadapannya berdiri lawan jenis yang eye catching maka tak sedikitpun mata ’menyia-nyiakannya’. Justru dia akan menyesal saat obyek tersebut hilang dari pandangan. ”Mubazir kalo kaga diliat,” guraunya meyakinkan. Bahkan ketika obyeknya sudah jauh dari pandangan mata, hatinya masih tetap melihat (bayang-bayangnya). Masya Allah...
Banyak orang yang memuji Fulan atau Fulanah karena tampilannya begitu memukau. Bukan karena bakat da kecerdasannyatetapi lebih pada keelokan wajah dan bentuk fisiknya. ’Magnet’ yang dimilikinya membuat orang susah tidur, tidak enak makan, bahkan menangis merindukannya saat perjumpaan tak kunjung tiba.
Nah, bagi Anda aktivis Islam yang berpotensi eye catching, lebih bijak jika anda berhati-hati. Karena ada beribu rintangan, cobaan, ujian atau apalah namanya yang sewaktu-waktu bisa menggelincirkan anda pada kehinaan. Padahal sesungguhnya dengan itu pun ada beribu peluang, keuntungan, dan pahala yang setiap saat bisa menjunjung Anda pada kemuliaan.
Seorang istri memberikan potensi eye catching-nya kepada sang suami dengan tulus atau suami ’menginfakkannya’ kepada sang istri, maka ketentramanlah yang akan diperolehnya. Sedangkan bagi yang belum punya pasangan, bersabarlah dengan sabar yang indah karena Allah SWT akan mengantarkan jodohnya sesuai dengan kadar penjagaan seseorang terhadap (potensi eye catching) dirinya sendiri.
Bought to you by http://fiya-aguilera.blogspot.com
0 komentar:
Posting Komentar