
by fiya_aguilera
Menurut kalian semua sebutan apakah yang pantas untuk menggabungkan tiga kata ini: NIKMAT, NILAI, dan KERJA.
Nikmat yang terdapat di dalam sebuah benda itu bahwasannya berasal dari kemahapemurahan Allah yang telah menciptakan segala sesuatu dengan fokus yang sama, yaitu sebagai fasilitas kehidupan manusia. Banyak contoh yang bisa kita ambil. Semen dari gunung, pasir dari laut, lalu kita bertemulah dengan batu bara dari tanah untuk membentuk tembok nan kokoh yang melindungi kita dari panas serta hujan becek.
Nilai sebuah barang berasal itu berasal dari sikap kita sendiri terhadap barang tersebut. Gak percaya? Sesuatu itu akan menjadi sangat berharga ketika kita sangat membutuhkannya, bahkan bisa makin mahal juga harganya. Misalnya aja harga beras, tentu aja beda dengan harga sanggar di kantin. Yaiyalah…tetapi ada juga barang yang bernilai tinggi karena simbolisasi yang kita terima secara turun-temurun. Contoh aja emas sebagai simbol logam mulia. Padahal kalo kita liat secara fungsional besi lah yang lebih penting fungsinya. Iya toh???
Kerja menyebabkan sebuah benda itu menjadi lebih bermartabat. Ceileh…bener loh! Misalnya nih, harga segulung benang berbeda dengan harga sepotong pakaian. Benang itu lebih murah karena ia belum ‘dikerjai’ sehingga fungsinya pun terbatas pada hal-hal tertentu aja. Sementara sepotong pakaian bisa bernilai fungsional, sebagai pelindung tubuh kita, dan juga bisa bernilai simbol, yaitu sebagai pembeda antara kita dan binatang. That’s right my brother!
Namun, tidak semua harga loh ditetapkan berdasarkan dari tiga unsur di atas. Pada umumnya hanya unsur nilai dan kerja sajalah yang dijadikan sebagai acuan penetapan sebuah harga. So, di sinilah kemudian terjadi distorsi harga yang tidak jarang lho menyulut api kemarahan. Syeremmm…Harga BBM, tarif listrik, tarif telepon, ampe harga beras pun melonjak. Siapa yang menaikkan dan kenapa ampe dinaikkan sih, jawabannya juga berasal dari nilai dan kerja. Kalo aja nikmat juga diikutsertakan dalam penetapan sebuah harga, mestinya gak perlu lagi terjadi kenaikan karena Allah memberikan nikmat-Nya kepada seluruh makhluk-Nya, tanpa terkecuali.
######
0 komentar:
Posting Komentar